Tata cara shalat jika sedang istihadhah
Mei 16, 2009
Yang menjadi masalah adalah ketika shalat kita masih mengeluarkan darah, sementara darah istihadhah kategorinya seperti darah haid jadi sifatnya najis. Cara shalat ketika istihadhah, kita usahakan agar darah tidak meluas ke perlengkapan shalat. Bisa denagn menggunakan pembalut wanita. Setelah wudhu langsung melakukan shalat wajib. Jika pada saat shalat keluar darah, darah tersebut dimaafkan. Tapi jika setelah wudhu kita tidak bergegas shlat dan mengerjakan aktivitas lain, jika pada saat itu kita mengeluarkan darah, kita wajib berwudhu kembali. Wudhu ketika shalat dalam keadaan istihadhah hanya dapat digunakan untuk satu kali shalat.
Perbedaan haid dan nifas
Mei 16, 2009
Darah haid dapat dikeluarkan oleh seorang ibu pasca melahirkan 15 hari atau lebih setelah masa nifas berakhir. Jadi jika seorang ibu mengakhiri masa nifasnya pada hari ke 25 lalu pada hari ke 40 ia mengeluarkan darah kembali, biasanya itu adalah darah haid, bukan darah nifas atau darah istihadhah. Jika ia mengelurakan darah kembali kurang dari 15 hari berarti itu masih terhitung darah nifas. Darah haid berlangsung sesuai siklus haid yang dialami wanita tersebut. Jika darah masih keluar setelah masa haid berakhir, maka darah tersebut termasuk dalam kategori darah istihadhah. Jadi pada kasus di atas,jika siklus haid telah selesai, ia wajib melakukan mandi dengan niat membersihkan darah haid, bukan darah nifas. Jika setelah hari ke 47 (jika siklus haid wanita tersebut 7 hari) ia masih mengeluarkan darah, maka darah itu termasuk darah istihadhah, bukan darah nifas. Maka ia wajib melakukan shalat dengan tata cara shalat seorang wanita yang sedang istihadhah.
Perawatan ibu pasca persalinan
Mei 16, 2009
Perawatan seorang ibu setelah bersalin sebaiknya dilakukan agar stamina sang ibu cepat pulih kembali. Jika ibu cepat sehat maka ia lebih cepat beribadah, beramal dan mengurus rumah tangganya kembali dalam keadaan segar bugar. Jika perawatan dilakukan dengan baik dan benar biasanya darah nifas cepat berhenti dan ia dapat melakukan ibadah shalat kembali. Namun perlu diperhatikan walaupun darah nifas telah berhenti sebelum 40 hari dan ia telah melakukan shalat, penjagaan secara fisik tetap dilakukan sampai hari ke 40 karena umumnya pada kelahiran normal, secara fisik badan belum pulih betul sampai hari ke 40. Jika hal ini tidak dilakukan, darah dapat muncul kembali dan ibadah shalat harus segera dihentikan.
Seputar Nifas
Mei 16, 2009
Nifas adalah darah yang keluar setelah bayi yang dikandung oleh sang ibu lahir. Ketika bayi dilahirkan, darah yang dikeluarkan oleh sang ibu belum dianggap nifas tapi dianggap wiladah. Sebelum darah wiladah dan darah nifas keluar sang ibu wajib mengerjakan shalat 5 waktu sampai waktu melahirkan tiba. Setelah bayi lahir dan darah wiladah keluar, pada umumnya wanita mengeluarkan darah lagi dalam kurun waktu tertentu. Darah inilah yang disebut darah nifas.Seorang wanita tidak diperbolehkan melakukan shalat ketika sedang mengalami nifas. Masa nifas berlangsung antara 40 sampai 60 hari.
Jika dalam kurun waktu sebelum 40 hari seorang ibu sudah tidak mengeluarkan darah lagi, ia sudah wajib mengerjakan shalat 5 waktu.
Beberapa kasus yang pernah ditemukan adalah sebelum hari ke 40 sang ibu sudah tidak mengeluarkan darah. Lalu ia pun mandi wajib untuk membersihkan nifasnya. Tapi kemudian setelah satu atau 2 hari tiba tiba bercak darah tersebut muncul lagi. Jika itu yang terjadi maka sebetulnya ia masih dalam masa nifas karena batas waktu 40 hari masih berlaku. Segera setelah bercak darah muncul ia harus menghentikan ibadah shalat 5 waktu (karena masih terhitung masa nifas) sampai bercak darah tersebut hilang. Jika bercak darah sudah hilang ia harus melakukan mandi wajib untuk membersihkan nifas.
Ada juga kasus bercak darah tidak kunjung hilang hingga hari ke 60. Jika ini terjadi maka darah yang keluar termasuk darah istihadhah. Jika ini terjadi maka sang ibu wajib mandi untuk membersihkan nifasnya lalu wajib melakukan shalat 5 waktu dengan tata cara shalat seorang wanita yang sedang istihadhah.
Pendekar Gadungan Versi 02
Januari 31, 2009
Mungkin ini tidak separah pendekar gadungan versi 1 yang sudah jelas jelas terendus belangnya…..Ini sebenarnya cerita dari seorang kawan yang sampai dari bisik bisik kawan lainnya (tepatnya agak agak berbau gosip)… jadi boleh percaya boleh juga tidak….
Ceritanya pun biasa saja…. seorang pria yang populer, ringan tangan, pemurah, baik hati, pandai, dll yang kebingungan karena terlalu keren dan populer.. bagaimana tidak, setiap hari selalu ada saja muslimah yang menelpon, meminta pertolongan, padahal bantuan yang diminta cuma bantuan ‘basa basi’ saja…. he he "don’t hate me because I’m good……"
Jadi apa yang salah ya.. dengan berlaku baik hati dan penolong??? nah mungkin banyak juga pria yang mengalami hal yang sama, atau mungkin yang wanitanya… yah mungkin ini adalah ujiannya menjadi orang baik… hmmm betulkah begitu?????
Saya jadi teringat denagn beberapa kisah sufi….. banyak di antara mereka yang melakukan hal hal yang tidak disukai orang banyak….bahkan tidak masuk akal… mereka sampai dianggap gila, dilempari batu dan dijauhi banyak orang yang merasa dirinya masih waras……padahal mereka berbuat seperti itu karena ‘mabuk’ dengan Tuhan.
Mungkin itu terlalu sulit dipahami bagi kita orang biasa yang ingin selalu berusaha menjadi orang baik… tentunya baik di mata Allah, juga baik di mata masyarakat (semoga berusaha kelihatan baik ini tidak berubah menjadi riya… )… beruntunglah kita Allah telah memberikan syariat sebagai panduan kehidupan…..
Bagi pria dan wanita populer ini saya sarankan ada baiknya membuka buka kembali kitab tentang adab pergaulan pria dan wanita yang bukan muhrim, agar amalan dan kebaikan yang sudah dengan susah payah dibuat tidak hangus terbakar menjadi debu……
Biasanya poin yang sering dilupakan dalam batasan bergaul yang bukan muhrim adalah:
- Bahaya pandangan mata (untuk yang ingin lebih berhati hati mungkin juga bahaya pemilihan kata kata dan suara… )
- Mengurangi perbincangan yang tidak perlu
- Bagi wanita berbicara dengan nada tegas dan jelas
- Mengekalkan sifat mal
Pendekar Gadungan Versi 01
Januari 31, 2009
Judul ini saya buat setelah saya prihatin menonton film Hero yang dibintangi oleh Jet Li di TV beberapa waktu yang lalu. Begitulah, awalnya saya duduk serius di depan komputer ingin menambah wawasan dengan membaca baca e book… berhubung di sebelah ada TV yang sedang nyala… pelan pelan kursi saya bergeser… film kolosal memang memiliki kemasan yang menarik. dari pemilihan kostum, setting pemandangan yang eksotik… dll.
Baru beberapa menit saya menikmati indahnya pemandangan pohon berdaun merah, kostum pendekar yang serba panjang berjuntai juntai… tiba tiba salah satu tokoh jagoan kita pria dan wanita, digambarkan (denagn dramatis dan tentunya penataan artistik yang cukup serius)… berada di (maaf) tempat tidur yang sama… ups ups ini sih lagu lama.. saya jadi kembali teringat mengapa saya berusaha mengurangi menonton film dan sinetron. saya jadi beringsut ingsut kembali ke meja komputer dengan kepala cukup nyut nyut…..
Tokoh pendekar adalah tokoh jagoan, tokoh yang berada di pihak yang baik, benar… tapi… kenapa penggambarannya seperti itu? jawabannya pun ada, klasik saja, itu kan karena mereka belum kenal Islam, belum kenal syariat.. iya betul… mereka yang belum paham… tapi kita sebagai penonton kan sudah jadi orang Islam…. tidak takutkah kita jika kita biasa melihat kejadian tersebut, kita mengangggap itu hal yang lumrah dilakukan dalam kehidupan sehari hari?????
Friends
November 7, 2008
Dari kecil kata kata kawan sudah melekat dalam ingatan kita…. ini kawan saya bermain dulu, ini kawan satu sekolah, ini kawan satu perguruan, dll. Rasanya dunia sepi sekali kalau kita tidak memiliki kawan. Masing masing orang memiliki ceritanya sendiri sendiri tentang suka dukanya berkawan.
Biasanya, kawan ini datang dan pergi, kadang dia ada di dekat kita, menghibur kita, menguatkan kita dengan ‘ceramah ceramahnya’, memberi perhatian pada kita, dll. Tapi bisa juga dia pergi dan jauh, karena kesibukannya, jarak yang jauh, atau apapun. Terkadang ada kawan yang menghibur kita ketika sedang sedih, ikut bergembira ketika senang, kadang ada yang menutup diri ketika ada masalah, ada yang menuntut perhatian lebih, ada yang senang ketika kita makmur dan jauh ketika kita sedang bangkrut, ada yang dekat ketika ada kepentingan tertentu (bisnis, uang, dll) tapi jauh kembali ketika urusan telah selesai.
Di saman Rasul dan sahabat, cara orang berkawan tidak tanggung tanggung, mereka lebih mengutamakan temannya dari pada dirinya sendiri, ada yang sanggup mengorbankan nyawa demi kebaikan kawannya, ada yang sanggup berhutang untuk kawannya, dll. Sebaik baik kawan di zaman itu adalah Rasulullah. Motivasi Rasul dalam berkawan sungguh luar biasa, untuk menyelamatkan manusia di akhirat. Ini semua ditiru oleh para sahabat di zaman itu dan hasilnya, sungguh luar biasa…. Sahabat bagaikan sebuah keluarga besar yang saling mengingatkan satu dan lain, saling membantu dan membela, hubungan ini terus dijaga sampai akhir hayat mereka. Indahnya berkawan di masa itu, masing masing mengutamakan sahabatnya, menghiburnya di kala susah. Jika ada kesusahan, yang lain merasa ikut susah dan sakit sehingga berusaha membantunya sekuat tenaga agar susah berubah menjadi senang, jika ada yang senang, yang lain ikut bergembira….
Mungkin kita dapat bertanya pada kawan kawan kita sekarang, kalau kamu betul betul menjadi kawan saya yang baik, maukah kamu menyelamatkan kehidupan saya di akhirat nanti? di saat semua aib perbuatan kita dibuka di padang makhsyar, disaat setiap orang ketakutan ingin menyelamatkan dirinya sendiri, maukah kamu menyelamatkan diri saya? sungguh dibutuhkan manusia luar biasa untuk menjadi kawan sejati……
Pendekar Perang Berkerudung
Juli 10, 2008
Berkerudung kuper bodoh dan lambat? Gak tuh, pendekar wanita berperang dengan menggunakan kerudung.
Adalah seorang Pendekar Islam Wanita, Khaulah Al Azwa, pandai bermain pedang dan sering berperang bersama sama Rasulullah….Ketaatan dan cintanya pada Allah dan Rasul sungguh luar biasa. Ketiga anaknya mati syahid di medan perang. Dan ia tetap tegar menghadapi kematian anaknya. Hanya sekali ia terlihat sedih ketika mendengar berita kematian anaknya yang terakhir….Ketika ada yang bertanya mengapa ia bersedih, maka jawabannya, saya bersedih karena tidak ada lagi anak yang dapat diajak ikut berperang di jalan Allah….
Prajurit perang di masa itu mengenakan pakaian lengkap jubah dengan penutup kepala dan muka tertutup kain. Banyak yang menyangka Khaulah al Azwa adalah laki laki karena kepandaian dan ketangkasan serta keberaniannya di medan perang sungguh luar biasa….
Jadi gak usah takut pake kerudung karena pendekar wanita yang pandai berpedang pun berperang deangn menggunakan kerudung, tidak terlihat risih ataupun canggung….
Wanita Solehah Sangat Pemalu….
Juli 10, 2008
Sayidatina Aisyah binti Abu Bakar
Sayidatina Aisyah tidak pernah mencopot kerudungnya ketika mengunjungi bangunan makam ayahnya karena di sebelah makam ayahnya telah dimakamkan pula Sayidina Umar bin Khatab.
Sayidatina Fatimah
Ia hidup sangat sederhana, boleh dibilang sangat miskin. Seluruh pekerjaan rumah ia kerjakan dengan tangannya sendiri, sampai tanagnnya berbekas karena menggiling tepung dan memecah biji bijian, dadanya berbekas karena membawa ember yang berat. Namun ia tak pernah mengeluh, bahkan ia malu untuk meminta bantuan pada orang lain. Saking ibanya, Sayidina Ali RA menyuruhnya menghadap Rasulullah untuk diberi seorang pembantu. Itu pun ia kerjakan dengan rasa malu. Ketika itu Rasulullah sedang menerima banyak tamu, Sayidatina Fatimah malu dan pulang ke rumahnya karena tidak ingin mengganggu ayahnya dan tamu tamunya….
Rabiah al Adawiyah
Ketika Rabiah al Adawiyah pergi ke pasar, ada seorang pemuda yang mengikutinya sampai ke rumahnya. Ia segera menutup pintunya rapat rapat, namun pemuda itu belum juga pergi. Akhirnya pembantunya keluar dan bertanya mengapa pemuda itu mengikutinya. Pemuda itu menjawab bahwa ia suka dengan mata Rabiah al Adawiyah. Rabiah al Adawiyah pun berpesan pada pembantunya jika memang ia suka denan matanya, maka Rabiah akan memberikan kedua matanya untuk pemuda itu. Pemuda itupun segera bertaubat.
Untuk Apa Memakai Busana Muslimah
Juli 10, 2008
Merubah penampilan dari busana wanita biasa menjadi busana muslim adalah suatu perubahan besar baik secara fisik maupun secara ruhani. Perubahan ini sudah dilakukan oleh wanita solehah di zaman Rasulullah sampai ke zaman ini. Ada baiknya kita mengetahui apa yang menjadi alasan dan motivasi seseorang memakai busana muslimah khususnya di zaman Rasulullah. Wanita solehah berbusana muslim untuk:
-
menunjukkan identitas dirinya sebagai muslimah. Salah satu identitas wanita solehah adalah memiliki rasa malu.
Rasa malu yang disebutkan di sini adalah rasa malu kepada Tuhan, antara lain dengan merasa selalu diawasi oleh Tuhan rasa berhamba dan rasa tidak layak mendapatkan nikmat dan karunia yang banyak dari Tuhan. (lihat cerita cerita wanita solehah mengenai rasa malu dan rasa berhamba). Karena memiliki rasa malu tersebut wanita solehah sangat menjaga apa yang diucapkannya, dan juga apa yang diperlihatkannya. Rasa malu ini membuat wanita solehah tidak ingin menjadi pusat perhatian orang banyak untuk menonjolkan dirinya melalui busana yang dikenakannya.
-
meraih cinta dan ampunan dari Allah karena ketaatannya.
Dalam hal ketaatan, Rasulullah sangat senang denagn apa yang dilakukan oleh wanita wanita Anshor ketika perintah berkerudung disampaikan. Wanita Anshor langsung memotong kain kain yang dimilikinya untuk digunakan sebagai kerudung. Ketika mereka menemukan kawannya yang tidak menggunakan kerudung karena tidak mampu, mereka memberikannya atau berusaha untuk mencarikannya.

-
melindungi dirinya.
Busana muslimah memiliki banyak manfaat bagi seorang muslimah. Busana ini melindungi muslimah seperti sebuah permata yang dibungkus dalam kemasan yang cantik, rapih dan terlindung.

