Friends

November 7, 2008

Dari kecil kata kata kawan sudah melekat dalam ingatan kita…. ini kawan saya bermain dulu, ini kawan satu sekolah, ini kawan satu perguruan, dll.  Rasanya dunia sepi sekali kalau kita tidak memiliki kawan. Masing masing orang memiliki ceritanya sendiri sendiri tentang suka dukanya berkawan.

Biasanya, kawan ini datang dan pergi, kadang dia ada di dekat kita, menghibur kita, menguatkan kita dengan ‘ceramah ceramahnya’, memberi perhatian pada kita, dll.  Tapi bisa juga dia pergi dan jauh, karena kesibukannya, jarak yang jauh, atau apapun.  Terkadang ada kawan yang menghibur kita ketika sedang sedih, ikut bergembira ketika senang, kadang ada yang menutup diri ketika ada masalah, ada yang menuntut perhatian lebih, ada yang senang ketika kita makmur dan jauh ketika kita sedang bangkrut, ada yang dekat ketika ada kepentingan tertentu (bisnis, uang, dll) tapi jauh kembali ketika urusan telah selesai.

Di saman Rasul dan sahabat, cara orang berkawan tidak tanggung tanggung, mereka lebih mengutamakan temannya dari pada dirinya sendiri, ada yang sanggup mengorbankan nyawa demi kebaikan kawannya, ada yang sanggup berhutang untuk kawannya, dll. Sebaik baik kawan di zaman itu adalah Rasulullah. Motivasi Rasul dalam berkawan sungguh luar biasa, untuk menyelamatkan manusia di akhirat. Ini semua ditiru oleh para sahabat di zaman itu dan hasilnya, sungguh luar biasa…. Sahabat bagaikan sebuah keluarga besar yang saling mengingatkan satu dan lain, saling membantu dan membela, hubungan ini terus dijaga sampai akhir hayat mereka. Indahnya berkawan di masa itu, masing masing mengutamakan sahabatnya, menghiburnya di kala susah. Jika ada kesusahan, yang lain merasa ikut susah dan sakit sehingga berusaha membantunya sekuat tenaga agar susah berubah menjadi senang, jika ada yang senang, yang lain ikut bergembira….

Mungkin kita dapat bertanya pada kawan kawan kita sekarang, kalau kamu betul betul menjadi kawan saya yang baik, maukah kamu menyelamatkan kehidupan saya di akhirat nanti? di saat semua aib perbuatan kita dibuka di padang makhsyar, disaat setiap orang ketakutan ingin menyelamatkan dirinya sendiri, maukah kamu menyelamatkan diri saya? sungguh dibutuhkan manusia luar biasa untuk menjadi kawan sejati……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: