10 Poin Yang menunjukkan Nabi Pemimpin Sejati

Desember 17, 2012

  1. Nabi Muhammad meletakkan Tuhan sebagai Raja dari segala Raja….
    Tidak ada satu keputusan atau kejadian apapun yang dibuat oleh Rasulullah tanpa menunggu petunjuk dan wahyu dari Tuhan.
  2. Nabi tidak pernah mendahulukan kepentingan dirinya atau keluarganya sendiri, juga tidak pernah memaksakan pendapatnya sendiri.
  3. Nabi Muhammad mampu mendidik anak anak dan istri istrinya untuk patuh kepada Tuhan dan memperjuangkan Islam…. Sebagai seorang pemimpin, Nabi Muhammad tentu sangat sibuk dengan urusan pemerintahan….memperjuangkan Islam adalah suatu pekerjaan yang tidak ada putusnya, tapi dalam keadaan seperti itu, Nabi masih mampu mendidik seluruh anak anaknya dan istri istrinya memenuhi seluruh kebutuhannya baik secara lahir dan batin dan selalu mendoakannya…..contoh: kisah sayidatina Fatimah yang ditunjukkan mukjizat batu penggiling roti menggiling sendiri denagn izin Allah, kisah Zainab yang menggadaikan kalungnya utnuk membebaskan tawanan,kisah Siti Aisyah yang berlari lari dengan Baginda Rasulullah, dan masih banyak lagi.
  4. Nabi Muhammad mendidik anak anak dan istrinya secara sederhana dari segi lahiriah, tapi mewah secara rohaniahnya…..kita tidak akan melihat anak anak Rasulullah bahkan cucu dan sebagian besar keturunan Rasulullah berfoya foya dengan kekayaan, yang kita lihat dari keluarganya adalah kesederhanaan, bahkan cenderung pada kemiskinan karena tidak pernah makan dengan kenyang, tapi kemiskinan tidak disertai denagn kesedihan, malah dihias dengan kedermawanan, dan ketaatan kepada Tuhan. Hidup menjadi anak dan keluarga Rasulullah bukan hidup yang senang secara lahiriah, bayangkan Siti Fatimah membawa periuk air sendiri, menggiling makanan sendiri tanpa pembantu. Tapi hebatnya tidak ada rasa susah dan sedih bahkan pemberontakan dari anak anak dan istrinya, yang ada adalah ketaatan, ibadah yang banyak di pagi dan malam hari, dan kerinduan untuk selalu bersama dangan Allah dan Rasulnya.
  5. Keluarga dan Sahabat Rasulullah selalu mendapatkan banyak perhatian dari Rasulullah, baik dirinya dan keluarganya. Masalah keluarga diberikan jalan keluarnya oleh Rasulullah, kebutuhan makan minumnya dicukupkan, bahkan sampai Rasulullah tidak pernah makan sendirian di mana pun dan Rasulullah selalu makan pada urutan paling akhir. Dalam menyampaikan wahyu, Rasulullah tidak pernah menyembunyikan atau membatasi jumlah wahyu yang disampaikan.
  6. Orang orang terlantar seperi anak anak yatim, fakir miskin, dan wanita selalu dibela dan mendapatkan kasih sayang dari Rasulullah.
  7. Rasulullah tidak membeda bedakan perlakuan ada seluruh sahabatnya, yang kaya miskin pandai, sederhana dan memiliki kedudukan tinggi semua mendapatkan didikan dan wahyu dari Rasul. Dan Rasulullah pandai memperlakukan setiap orang sesuai denagn tempatnya dan memenuhi kebutuhan mereka sesuai denagn kebutuhannya…. contohnya kisah kaum Anshor dan Muhajirin ketika mendapatkan ghanimah, atau ghanimah yang diberikan oleh Rasulullah pada orang yang baru masuk islam termasuk Abu Sufyan….
  8. Rasulullah memperlakukan musuh musuhnya denagn penuh kasih sayang deangn harapan suatu saat mereka akan mendapatkan hidayah dan masuk Islam, jika tidak mereka yang mendapatkan hidayah, semoga anak cucunya yang akan mendapatkan Islam… seperti kisah Nabi ketika diserbu di Taif.
  9. Nabi juga memperlakukan musuh musuh yang mengganggu pergerakan Islam denagn sangat tegas sehingga Islam naik wibawanya.
  10. Bahkan sampai menjelang akhir hayatnya Nabi masih memikirkan ummatnya dan keturunan keturunannya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: